Demonstran Minta Tangkap Pejabat PHR dan Copot Direktur PHE
c. Saudara Edi Susanto dan Irfan Zainuri, yang keduanya merupakan petinggi PT Pertamina Hulu Rokan telah secara nyata memamerkan kekayaan dan mempertontonkan gaya hidup mewah dalam kesehariannya. Hal ini pernah menjadi sorotan oleh Pemerintah dan Publik, namun kedua pihak tersebut tetap bermanuver di balik tirai kekuasaan PHR tanpa takut akan akibat kekayaan mereka, yang tumbuh subur di atas ladang minyak, kini menjadi simbol dari kesenjangan yang menganga antara rakyat jelata dan para 'bangsawan' minyak kita. Gaya hidup mereka yang serba mewah itu seperti tontonan teater absurd di tengah rakyat yang berjuang mati-matian untuk menyambung hidup. Keduanya dengan tenang menikmati keuntungan yang diduga kuat merupakan buah dari skandal-skandal yang terjadi di bawah pengawasan mereka.
Kesembilan, Copot Direktur Utama PT Pertamina dari Jabatannya.
PT Pertamina Hulu Rokan merupakan salah satu anak perusahaan yang berada di bawah naungan PT Pertamina Hulu Energi yang merupakan entitas Subholding Upstream milik PT Pertamina. Oleh karena itu, tanggung jawab moral dan operasional atas skandal pengadaan Geomembrane jatuh pada pundak Direktur Utama PT Pertamina. Skandal ini bukan semata-mata kegagalan individual atau anak perusahaan tertentu, melainkan cermin dari keretakan sistematis dalam pengelolaan yang harus dituntaskan dengan tegas. Mencopot Direktur Utama bukan semata pencarian kambing hitam, tapi sebuah langkah krusial untuk mengembalikan integritas dan merestorasi kepercayaan publik terhadap Pertamina sebagai pilar energi nasional.
Kesepuluh, Bongkar Skandal Keterlibatan Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis JAMINTEL Kejaksaan Agung periode lalu dan Chief Legal Counsel PT Pertamina yang juga dijabat oleh seorang Jaksa Aktif.
a. Adakah yang lebih ironis daripada jaksa yang menjadi perisai bagi perusahaan? Dari mana asal muasal keadilan jika penegak hukum sendiri tunduk pada bisikan rupiah? Ini bukan hanya pertarungan atas integritas individu, melainkan pertarungan untuk merebut kembali keadilan yang telah dicederai. Untuk itu, Kami menyerukan dan mendesak: Bongkar skandal ini dari akarnya Singkapkan semua yang terlibat dan jangan biarkan koridor kekuasaan menjadi lorong transaksi! Harus ada pertanggungjawaban, tidak hanya bagi yang terlibat langsung, tetapi juga bagi setiap lembaga yang membiarkan hal ini terjadi! Untuk itu, kami mendesak agar nama-nama berikut perlu menjadi atensi para penegak hukum untuk ditelusuri keterlibatannya:
i. Cahyaning Nuratih Widowati Chief Legal Counsel PT Pertamina (Persero) yang juga merupakan Jaksa Aktif.
ii. Katarina Endang Sarwestri - Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis JAMINTEL Kejaksaan Agung.
b. Tidak peduli seberapa besar dan kecil rupiah yang menjadi putaran uang dalam Skandal ini, tapi kami mendesak agar PRESIDEN membentuk TIM INVESTIGASI INDEPENDEN untuk membongkar dugaan perselingkuhan kedua entitas ini, PERTAMINA dan KEJAKSAAN. Kami meminta agar PRESIDEN memiliki keberanian politik untuk memotong benang kusut konflik kepentingan yang telah menjerat dua entitas penting negara. Bukankah ironis, ketika lembaga yang seharusnya melindungi harta karun negara, malah terlibat dalam permainan gelap yang merugikan kita semua?
Tulis Komentar