Pasbar: Antrean BBM Mengular 1,5 KM, Mafia Tangki Siluman Menjamur, Kapolres Malah Lempar Bola Panas ke SPBU!
"Ini sudah terjadi lama, Bang. Antrean panjang ini bukan sekali ini saja, tapi tiap hari! Lihat saja mobil-mobil antrean itu, kondisinya sudah tidak layak jalan. Ada Kijang tua, minibus kecil, bolak-balik ngisi," ungkap seorang warga setempat dengan nada geram, Senin (6/7/2026).
Warga membeberkan fakta mengejutkan bahwa BBM yang dikuras oleh para pelansir tersebut tidak hanya dijual kembali secara eceran, melainkan diduga kuat dipasok untuk menyokong operasional alat berat (excavator) di lokasi-lokasi tambang emas ilegal yang menjamur di wilayah Pasaman Barat.
Pemandangan serupa dilaporkan terjadi merata di hampir seluruh SPBU di wilayah Simpang Empat hingga jalur menuju Tigo Nagari perbatasan.
Respons Dingin Kapolres Pasbar: Dinilai Buang Badan dan Acuh
Ketika Tim Investigasi mencoba meminta komitmen penegakan hukum kepada Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto SIK, jawaban yang diterima justru sangat mengecewakan dan terkesan enggan bertanggung jawab.
Awalnya, saat dikonfirmasi via pesan singkat mengenai kemacetan 2 kilometer dan dugaan mobil modifikasi pelansir BBM tersebut, AKBP Agung beralasan tidak bisa membuka bukti video.
Tulis Komentar