Akiong menemukan ruang penerimaan yang membuatnya nyaman

Potret Keberagaman di Industri Perkebunan PTPN, Kala Harmoni Etnis Warnai Tahun Baru Imlek

Di Baca : 1716 Kali
Akiong, seorang petugas panen di Afdeling III Kebun Lubuk Dalam, PTPN IV Regional III, Riau. Ia merupakan karyawan keturunan Tionghoa yang bekerja di lingkungan kebun dengan latar belakang mayoritas berbeda. Namun alih-alih merasa terasing, Akiong justru menemukan ruang penerimaan yang membuatnya nyaman. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)

Pekanbaru, Detak Indonesia -- Di banyak tempat, industri perkebunan kerap dipersepsikan sebagai ruang kerja yang keras, seragam, dan minim ruang dialog sosial.

Namun di balik rutinitas panen, target produksi, serta bentang alam kebun yang luas, terdapat kehidupan sosial yang dinamis dan penuh warna. Di sanalah nilai keberagaman tumbuh, alami, dan nyata melalui interaksi sehari-hari para pekerja.

Momentum Tahun Baru Imlek menjadi salah satu cermin untuk melihat bagaimana keberagaman itu hidup.

Bukan dalam bentuk perayaan besar atau seremoni simbolik, melainkan melalui sikap saling menghormati yang telah mengakar dalam keseharian.

Salah satu potret itu datang dari Akiong, seorang petugas panen di Afdeling III Kebun Lubuk Dalam, PTPN IV Regional III, Riau. Ia merupakan karyawan keturunan Tionghoa yang bekerja di lingkungan kebun dengan latar belakang mayoritas berbeda. Namun alih-alih merasa terasing, Akiong justru menemukan ruang penerimaan yang membuatnya nyaman.

“Saya bangga bisa bekerja di sini. Walaupun saya satu-satunya etnis Tionghoa di Kebun Lubuk Dalam, saya tidak pernah merasa diperlakukan berbeda. Sejak awal bergabung, rekan-rekan menerima saya apa adanya,” ujarnya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar